-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan-ADS

Iklan

Iklan-ADS

Indeks Berita

Whats-App-Image-2023-10-14-at-15-02-39-57158036

Tag Terpopuler

Minyak Kita Tembus Rp20 Ribu per Liter! Sidak Bapanas–Sat Reskrim Bongkar Dugaan Rantai Harga di Parigi Moutong

Senin, 23 Februari 2026 | Februari 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-24T03:11:35Z

Parigi Moutong –  Jejaksulteng.com - Lonjakan harga minyak goreng rakyat kembali menjadi sorotan. Dalam inspeksi mendadak yang digelar Senin, 23 Februari 2026, Tim Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI bersama Unit II Tipidter Sat Reskrim Polres Parigi Moutong menemukan Minyak Kita dijual hingga Rp20.000 per liter di Pasar Senggol Tolai, Kecamatan Torue — jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.



Sidak yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 Wita itu menyasar dua titik vital pergerakan bahan pokok: Pasar Inpres Parigi, Kelurahan Kampal, dan Pasar Senggol Tolai. Kegiatan dipimpin Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, S.Pd, didampingi perwakilan Direktorat Ketersediaan Pangan Bapanas, serta melibatkan Dinas Perindag, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perizinan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta Bulog.



Di Pasar Inpres Parigi, mayoritas harga komoditas strategis masih terkendali. Beras premium dijual Rp14.500/kg, medium Rp13.000/kg, dan SPHP Rp12.000/kg — seluruhnya sesuai HET. Minyak Kita di sejumlah toko juga masih dijual Rp15.700 per liter.



Namun, pengawasan menemukan beberapa komoditas melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP). Bawang putih dijual Rp45.000/kg (HAP Rp40.000/kg), sementara daging ayam tercatat Rp42.500/kg (HAP Rp40.000/kg). Pedagang beralasan tingginya harga pasokan dari Palu menjadi pemicu.



Temuan penting lainnya, Minyak Kita dijual Rp217.000 per karton di salah satu toko, dengan harga beli Rp210.000 per karton dari distributor di Palu. Selisih harga ini kemudian berdampak ke tingkat pengecer.



Di Pasar Senggol Tolai, tim menemukan pengecer menjual Minyak Kita Rp20.000 per liter. Pedagang berdalih harga beli Rp217.000 per karton memaksa mereka menaikkan harga demi mengambil margin keuntungan.



Temuan ini langsung ditindaklanjuti dengan teguran keras di lokasi serta pendataan menyeluruh untuk menelusuri mata rantai distribusi.



Kasat Reskrim Polres Parigi Moutong, IPTU Anugerah S. Tarigan, menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir praktik spekulasi harga yang merugikan masyarakat.



“Kami akan mendalami rantai distribusi Minyak Kita ini. Jika ditemukan unsur kesengajaan menaikkan harga di atas HET demi keuntungan tidak wajar, tentu akan kami proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas IPTU Anugerah.



Ia menekankan bahwa pengawasan tidak berhenti pada pedagang eceran, tetapi juga menyasar distributor hingga pemasok utama.


“Kami mengingatkan seluruh pelaku usaha agar patuh pada HET dan HAP. Jangan bermain-main dengan kebutuhan pokok rakyat. Negara hadir untuk memastikan harga tetap stabil dan mutu pangan terjaga,” tambahnya.


Secara umum, stok pangan di Parigi Moutong dinyatakan aman dan mutu produk yang beredar masih dalam kondisi baik. Belum ditemukan bahan pangan yang tidak layak konsumsi maupun aduan masyarakat terkait mutu.


Tim gabungan melakukan dokumentasi, pendataan, serta memberikan imbauan langsung kepada pedagang agar tidak menjual di atas HET dan tidak mengedarkan bahan pangan yang tidak memenuhi standar.


Sidak ini menjadi sinyal tegas bahwa pengawasan pangan di Parigi Moutong tidak sebatas formalitas. Aparat bersama pemerintah daerah menunjukkan komitmen nyata menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat dari praktik spekulatif, terutama pada komoditas strategis seperti beras dan minyak goreng.

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini